Mindset Riset Keyword

cara riset keyword

Dalam dunia SEO, riset keyword adalah sebuah pilar utama yang harus kita pelajari sebelum kita mengisi blog kita dengan konten/artikel. Jika ada yang bilang nulis blog tanpa riset, maka saya pastikan anda sedang di kibulin sama orang tersebut. Apalagi kalau tujuan ngeblog anda adalah untuk mendapatkan pundi pundi uang/penghasilan. Tanpa riset, apa yang anda kerjakan akan menjadi hal yang mubadzir atau membuang buang waktu anda tanpa mendapatkan manfaat di dalamnya.

Fungsi lain dari riset keyword adalah untuk mendapatkan kata kunci potensial sesuai jenis monetisasi yang akan anda gunakan untuk mendapatkan uang di progress lanjutan,misalnya Google Adsense, Affiliate Product dan jenis jenis monetise lainnya. Selain fungsi di atas, riset keyword akan cukup membantu anda juga untuk membuat ide/kerangka tulisan anda kedepannya. Apalagi jika anda ingin mengoptimasi blog anda dengan cara yang cukup murah (SEO) di bandingkan anda harus beriklan (wong anda mau cari duit kok malah buang buang duit) 😀

Untuk melakukan riset keyword sebenarnya kita sudah di sediakan berbagai tool bantuan baik dari pihak Google sendiri maupun pihak ketiga. Ada tool riset yang gratis ada juga yang berbayar. Tapi untuk anda pemula, tool gratis pun yang di bahas di sini cukup membantu juga meskipun fiturnya tidak selengkap dengan tool yang berbayar.

Berikut tool-tool yang bisa anda pakai:

  • Google Keyword Planner. (FREE)
  • Google Suggestion & Relate Search (FREE)
  • Uber Suggest by Neil Patel (FREE)
  • Moz (BERBAYAR)
  • Ahrefs (BERBAYAR)
  • Majestic SEO (BERBAYAR)
  • Dan masih banyak lagi

Dari tool-tool riset di atas saya hanya akan memberikan materi untuk yang saya anggap simple dan mudah di gunakan yaitu Google Suggestion, Google Related Search dan UberSuggest ( untuk versi yang gratisan. Sedangkan untuk versi BERBAYAR, saya hanya menggunakan Ahrefs karena saya anggap cukup lengkap kalau hanya sebatas riset keyword. Selain itu materi advance Ahrefs hanya akan saya berikan khusus program SEO Underground.

Baik kita mulai untuk membahas tentang mindset riset keyword…

Mindset Riset Keyword Bag. 1 (Parameter)

Dari kebanyakan tool riset keyword diatas, riset keyword hanya memiliki parameter sebagai berikut:

  • Volume Pencarian di mana parameter ini menunjukkan rata rata pencarian kata kunci tersebut dalam 1 bulannya. Percuma keyword yang di masukkan masuk dihalaman/rangking pertama, tapi yang mencarinya tidak ada. Hal ini sering di pamerkan oleh blogger blogger kacangan untuk mendapatkan pujian. (Lalu membuka kelas berbayar mahal 😛 )
  • CPC (Cost Per Click) : Jangan salah menafsirkan parameter ini, karena nominal CPC sebenarnya di tujukan kepada pihak pengiklan/advertiser bukan untuk publisher atau pemilik blog yang memonetise blognya menggunakan Google Adsense. Jadi nilai klik yang didapat publisher mungkin akan lebih rendah dari nilai/nominal itu (setelah di bagi dengan pihak Google).
  • Difficulty (Tingkat Kesulitan). Untuk parameter yang satu ini sebenarnya saya masih rancu dengan faktor yang mempengaruhi tingkat kesulitannya. Biasanya kalau CPC nya besar persaingannya juga akan memiliki score yang tinggi juga. Sedangkan untuk Ahrefs difficulty juga di pengaruhi oleh kualitas backlinknya. Entahlah mana yang benar, saya juga jarang memakai parameter ini. Intinya Google itu akan merangking keyword kita kalau artikel kita relevan dan memenuhi kebutuhan pencarinya. Sedangkan backlink sendiri bisa di manipulasi. Cuma saran saya kalau anda seorang pemula, pakai saja keyword yang difficultynya rendah/low. Masih banyak keyword potensial kok kalau anda sudah memahami konsepnya. 😀

Baik saya akan jelaskan sedikit mindset yang harus kita pahami dari parameter di atas;

  • Keyword Potensial adalah keyword yang banyak pencarinya, jadi semakin banyak volume pencariannya maka ada kemungkinan anda akan menghasilkan trafik yang tinggi juga jika blog anda masuk di halaman pertama Google, apalagi di rangking pertama atau maksimal di ranking 2. Keyword dengan volume pencarian ini biasanya bersifat abadi dan akan selalu di cari. Contoh: Cara mengobati batuk, cara download lagu dan masih banyak yang lainnya. Jika anda berhasil menaikkan keyword ini di ranking minimal top 3 di Google anda bisa di pastikan akan selalu mendapatkan pundi pundi uang tanpa melakukan update konten berkali kali.
  • Jika anda memonetise blog anda dengan Google Adsense, maka parameter CPC harus anda perhatikan juga, tapi jika anda tidak berencana memonetise dengan Google Adsense, anda cuma perlu memakai parameter Volume pencarian saja.

Mindset Riset Keyword Bag. 2 ( Search Intent)

Ada 1 hal sederhana yang sering dilupakan tentang Keyword yaitu Search Intent

Sederhananya, search intent adalah maksud pencarian dari visitor.

Untuk memahami search intent anda harus menganggap diri anda sebagai visitor yang ingin mencari informasi tertentu di Google Search.

setiap keyword nilai bisnisnya berbeda.

Contoh:

  1. Samsung
  2. Notebook Samsung
  3. Beli notebook Samsung
  4. Notebook Samsung terbaru harga 3 jutaan

Maka yang diinginkan pengunjung (urut sesuai nomornya) adalah

  1. Menuju web resmi Samsung
  2. Produk notebook dari Samsung
  3. Beli notebook bermerek Samsung
  4. Rekomendasi notebook dari Samsung seri terbaru dengan harga 3 jutaan

Sampai di sini anda bisa memahami setiap makna setiap keyword di atas? Kalau sudah mari kita lanjut…

#1 Search Intent Informational

Seperti namanya, intent dari orang-orang ini adalah informasi.

Secepat mungkin mereka ingin menemukan jawaban dari permasalahan mereka.

Contoh keyword dengan intent ini:

  1. Paskibraka adalah
  2. Cara memutihkan wajah
  3. 10 anggota ASEAN
  4. Rumus keliling lingkaran

Untuk intent jenis ini, konten-konten berisi informasi merajai SE dan trafficnya pun besar karena setiap hari pasti ada saja yang tidak tau.

Di beberapa update terakhir Google menampilkan fitur terbarunya yaitu feature snippet. Featured snippet adalah fitur di mana konten anda akan di jadikan konten unggulan yang di tempatkan paling atas di mesin pencari. Tapi masih di bawah Google Ads (orang yang beriklan di Google) Untuk penjelasan feature snippet anda bisa baca penjelasan resminya.

Saran saya, Anda harus lebih berhati-hati memilih keyword informational.

Karena sangat mungkin bahwa volume pencariannya tinggi tapi traffic kunjungannya tidak ada akibat informasi pada cuplikan unggulan sudah lengkap.

#2 Search Intent Navigational

Keyword-keyword ini adalah keyword brand.

Volume trafficnya bisa sangat besar jika brand tersebut terkenal (misalnya Facebook).

…tapi tidak ada gunanya jika dipilih sebagai keyword utama.

Alasannya karena pasti warganet ingin pergi ke website resmi brand tersebut.

Contoh dari keyword navigational:

  1. Facebook login
  2. Detik
  3. Twitter Login
  4. Dll

Apalagi jika brand itu adalah brand terkenal, pasti di halaman 1 di dominasi oleh situs itu.

Contohnya: coba search dengan kata kunci “Unilever”

Saran saya, jangan hanya memakai keyword navigational saja jika ingin membuat artikel.

#3 Search Intent Commercial Investigation

Yang ketiga ini adalah keyword review.

Pasti Anda pernah mencari informasi tentang suatu produk untuk memastikan bahwa pilihan Anda sudah benar.

Apalagi produk harganya mahal plus sangat penting bagi perkembangan bisnis Anda.

Kita akan mencari semua hal yang bersangkutan tentang produk itu, mulai dari harga, spesifikasi, tempat belinya, biaya distribusinya, sampai cara pembayarannya.

Contoh keyword di kategori ini:

  1. Review laneige bb cushion
  2. Apakah poptm scam?
  3. Hotel di Solo
  4. Harga laptop lenovo terbaru

Saran dari saya, apapun jenis usaha Anda, carilah keyword dengan intent commercial investigation di bisnis Anda sebanyak mungkin.

Pakai keyword-keyword itu dan pakailah dalam konten supaya memperbesar peluang konversi.\

Tambahan: Keyword jenis ini sangat potensial dari segi konversinya. Selain memonetise dengan Google Adsense anda bisa memonetise blog anda dengan affiliate program/CPS Program (Cost Per Sale)

#4 Search Intent Transactional

Pasti Anda sudah paham search intent transactional adalah intent yang ada pada orang yang sudah siap membeli atau memakai produk.

Contoh keyword yang dipakai:

  1. Beli sepeda murah
  2. Jual sepatu nike original
  3. Sewa kamar kos Solo

Jika website Anda menawarkan jasa atau produk pasti sudah ada konten dengan intent ini.

Intent transactional trafficnya cenderung sedikit.

Selain itu, kombinasi keywordnya tidaklah banyak maka otomatis persaingannya lebih sulit.

Karena banyaknya toko besar di internet seperti Lazada, Bhinneka, BliBli, Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain. Kalau di kehidupan nyata itu layaknya sebuah mall.

…pasti berat persaingannya.

Tapi itu sebanding dengan konversi yang ditawarkan.

Mungkin sampai di sini saja materi mindset tentang riset keyword. Arah dan tujuan ngeblog anda sangat di tentukan dari sini. Anda bisa melakukan keyword mapping yang akan mempermudah anda dalam menyusun artikel dan jenis monetise apa saja yang akan di gunakan. Selanjutnya anda akan mempelajari materi lanjutan dalam memulai riset keyword. Enaknya, sekarang tool tool riset sudah di sediakan oleh banyak perusahaan,termasuk dari Google sendiri.

Metode Riset Yang Sering di Gunakan

  • Riset dari 0 => metode ini mengharuskan kita untuk mencari ide keyword dengan cara mengira ngira keyword apa yang akan kita pakai.
  • Riset hasil spy website/blog kompetitor => Metode ini merupakan teknik andalan saya, karena kita akan meniru keyword dari blog/website kompetitor yang sudah ada. Spying keyword sangat efektif dan efisien jika di gabungkan dengan tool riset keyword seperti Ubersuggest ( gratis) ataupun Ahrefs (berbayar). Anda bisa memfilter keyword keyword potensial yang sudah ada.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *